Minggu, 02 Januari 2022

5 langkah untuk melesatarikan linkungan

Ada 5 langkah agar llinkungan kita bisa menjadi lebih baik. Melakkukan kebaikan sekecil apapun itu akan sangat berguna dari pada tidak sama sekali. Dan berdasarkan prinsip pareto usaha yang dilakukan berjumlah 20 % akan dapat meghasilkan hasil sejumlah 80 %. Jika dikaitakan dengan tujuan untuk menjaga lingkungan maka pasti ada langkah kecil yang akan bisa mengahsilkan pergerakan yang jauh.

1.      Bersahabat dengan air. Air adalah symbol kemurnian. Setiap makhluq hidup mau tidak mau harus mengadung air dalam tubuhnya untuk terus hidup. Di zaman sekarang air jernih makin sulit didapatkan secara alami dibandingkan beberapa waktu yang lalu. Perlaku manusia dalam mengkonsumsi produk-produk yang tidak alami memerparah sulitnya lingkungan yang alami. Air bersih, tumbuhan-tumbuhan teduh menjadi jarang. hewan yang pro dan berbakat untuk menjadi pengatur ekosistem alami semakin jarang dijumpai. Misalanya berang-berang yang padai membuat dam.

Kita sebagai manusia haruslah memikirkan itu dengan serius. Air yang bersih adalah lambang linkungan yang baik. Renovasi irigasi sama pentingnya dengan renovasi atau perbaikan jalan raya. Jalan raya adalah jalan kehidupan utama manusia. Dan irigasi adalah jalan raya bagi makhluq lain. Hewan-hewan dan tanaman-tanaman telah ribuan tahun turut menjaga suhu bumi menjadi sejuk dan stabil. Dan jika dicari akar dari perkembangan hewan dan tumbuhan adalah keberadaan air.

Di awal masa hijrah nabi Muhammad langsung menata irigasi di kota madinah. Agama lain juga banyak mewahyukan bahwa kehidupan adalah air. Sudah cukup bukti dari agama atau sains bahwa air adalah unsur yang sangat penting. Tinggal manusialah yang akan berperan mendukung siklus air yang baik, atau manusialah yang akan menyumbat perputaran air di bumi ini.

2.      Menjaga humus tanah. Di zaman sekarang pembangunan sangatlah maju. Dan itu cukup menguras unsur hara dalam tanah yang sedang dibangun. Jika bumi ini diibaratakan piring, pertanyaannya adalah tinggal seberapa jumlah humus yang tersedia dalam tanah? Tidak perlu muluk-muluk mengukur luas humus selauruh dunia. Kita semua pasti punya rumah dan halaman. Keadaan rumah Tetangga juga tidak jauh berbeda dengan rumah kita. Dari masing-masing lauas tanah dan halaman, kita bisa melihat seberapa sejuk tanah yang kita diami. Pasti ada humus walaupun tersisa sedikit. Kita juga bisa melihat sebarapa besar ukuran cacing tanah dari galian kecil di belakang rumah. Setelah kita melihat langsung apa yang terjadi dengan tanah kita tercinta, kita bisa membuat ukuran seberapa besar sisa humus yang masih tersisa.

Kita tidak boleh lupa bahwa asal dari tempat tinggal kita dulunya adalah lingkungan alami. Apalagi di Indonesia, kemungkinan besar tanah yang didiami orang-orang berasal dari hutan belantara. Karena di masa dahulu curah hujan idnoesia tergolong tinggi. Akibat permbangunan ini kita tinggal ukur berapa tanah humus yang hilang dari genarasi-ke genarasi. Dengan cara yang sederhana seperti diatas itu sudah cukup untuk memberi arti apakah kita sudah tergolong orang yang meikirkan lingkungan atau tidak

3.      Menghidari sumber sampah. Orang-orang sudah ramai mengkampanyekan minamalis sampah, pengolahan sampah, dan sebagainya. Namun setiap sisa barang yang bermasalah bukan barangnya melainakan siapa yang menyebabkan barang itu ada. Samapah plasik lahir dari mental manusia yang ingin belanjaannya gampang dibawa dan tahan air. Jadi bukan plastic yang menyababkan kerusakan alam. Dari kesadaran ini, kita bisa mencari alternative baru. Penggunaan plastic sekali pakai harus dihentikan. Dan tantangannya adalah rasa malu ketika harus membawa tas besar dari rumah. Padalah di zaman dahulu nenek moyang membawa tas dari jerami. Hal itu menjadi biasa jika jamak dilakukan orang-orang.

Kita banyak berharap pada ahli kimia. Entah mahasiswa, atau ilmuan amatir yang bisa mengobati banjir plastic. Ide dan risetnya sudah ada, tinggal waktu mereka yang harus kita juga beli. Bagi kita yang tidak punya ketermapilan dalam mengatasi sesampahan, kita bisa menyumbang orang yang bisa melakukan itu. Ide mereka brilian. Hanya saja modal yang minim mengharuskan mereka menyudahi riset.

4.      Paguyuban anak kecil. Manusia sudah sangat nyaman dengan kabiasaan sehari. plastic, bangunan, dan karya manusia yang sangat maju sudah sangat memanjakan hidup manusia. Maka manusia akan sulit untuk dirubah perilakunya. Hal ini juga terjdai karna memori manusia pendek. Banyak isu atau khazanah bisa hilang dan ditinggalkan lagi setelah dua minggu. Dari kekacauan mental semacam ini, maka paguyubab rutin bisa menjadi pemecahan masalah yang sederhana tapi bagus dan bisa berumur panjang.

Dalam paguyuban peduli lingkungan, kita bisa membuat kurikulum sendiri, bisa membuat alat preaga sendiri. Yang penting orang-orang dalam peguyuban itu serius dan betul-betul menyadari saat melakukan aksi. Dalam paguyuban itu bisa dibuat kajuan kekcil tentang isu lingkunga, atau bahakan bisa mengakaji hal-hal yang agak sulit dari masalah lingkungan. Yang penting dalam paguyuban ini bisa terjadi putaran informasi. Dengan adalanya perputaran ide, maka nilai kemanusia dan alam akan terus bisa diperbaiki. Dan juga pemahaman manusia akan tersinkgronisasi dengan kondisi alam sekitar.

5.      Minimalism. Minimalis sangat jauh dari keserahakan. Pemakaian benda secara majemuk juga menjadi jawaban dari isu lingkungan. Kita bisa membuat scenario untuk menjamakkan konsep minimalism. Contohnya di lingkungan kita hidup ada 7 kepala rumah tangga. Dari sini kita bisa berencana bersama bahwa fasilitas dari masing-masing kepala keluarga harus berbeda satu sama lain. dua kepala keluarga punya mobil pickup namun 5 yang lain tidak usah beli pickup. Satu kepala kelauraga yang paling kaya membuat kolam renang atau lingkungan bioma di halam rumahnya agar 6 tetngga yang lain bisa bermain di sana.

Minimalisme juga diajarkan oleh agama-agama. Minimalisme juga sejalan dengan sains.  Dengan minimalisme, sebetulnya kita sudah menjadi lebih maksimal.

 

Demikian 5 langkah yang harus dibuadayakan oleh manusia untuk mengatasi masalah linkungan. sekian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

5 langkah untuk melesatarikan linkungan

Ada 5 langkah agar llinkungan kita bisa menjadi lebih baik. Melakkukan kebaikan sekecil apapun itu akan sangat berguna dari pada tidak sama ...