Rabu, 12 Juni 2019

TAK IKLAS

ketika manusa membuat sesuatu, memproduksi barang, menulis, berkata, bertindak dalam kebaikan, pastinya menyenangkan sekali jika diketahui orang lain. dan inilah akar dari kebiasaan manusia untuk malakukan pose diri. ya walaupun ada banyak tujuan orang lain ketika berpose . dan memang tidak mudah untuk menebak niat orang saat melakukannya. hanyadiri sendiri yang mengerti dengan pasti dan tentunya tuhanlah yang lebih mengerti. hal yang sama terjadi ketika anak kecil yang ingin dipuji orang tuanya setelah menyapu. mendapat pengakuan dan apresisasi. sangat manusiawi, dan memang itulah salah satu bekal perasaan alamiah dalam diri manusia.
 
setealah beranjak dewasa, manusia memperkaya diri dengan  keanekaragaman pola aktualisasi diri. sandar aktualisasi yang dilakukan juga kian meningkat dan bervariasi. dan saat gila-gilanya bahkan binatang  menjadi objek dari ekspresi aktualisasi.  manusia ingin dirinya terus aktual.

terlepas baik buruk megenai aplikasi aktualisasi diri dalam kehidupan sehari-hari, para petapa melarang sikap ini dalam kadar tertentu. salah satu petapa yang melarangnya adalah nabi Muhammad. beliau menamakan riya'. aktualisasi diri yang berlebihan, melupakan niat untuk bersyukur. sikap ini dekat sekali dengan potensi egois masnusia. jika keterlaluan menkankan diri pada saya, saya, saya, dan saya, maka hak orang lain tentunya akan terganggu.

sebetulnya masing-masing orang sudah bisa mengira-ngira sampai mana ia harus berpose. tinggal balik persepsi saja. bayangkan yang melakunnya adalah orang lain, sedang kita sebagai pengamat. dalam hal ini kecakapan dan pengalan berkecipung dalam dalam dunia sosial sangat menentukan presisi dari cara mengukur. memang fitrah manusia sudah punya standard yang relativ baku. hanya saja kadar itu terdistorsi pengalamn dan sudah ditarik ke sana dan kemari tolak ukunya oleh peradaban. buku pendidikan, iklan dan film-film berperan penting dalam menetapkan standard paradigma sejauh mana batas aktualisasi diri. dahulu wanita berpakaian ketat malu jika diekspos. sekarang, tak perlu lagi dibicarakan. telanjang bahkan sudah tidak menjadi perkara apa-apa lagi dalam dunia pose. alih-alih dengan dalih cinta seni, atau yang lebih dikenal dengan konsep artistik. bukan untuk mengkritik secara membabi buta tindakan itu. namun jika tidak secepatnya didiskusikan, standard yang sebelumnya relatif lebih sopan akan bergeserjauh dari batasan manusiawi. pergeseran nilai tak ubahnya mengarah pada perilaku binatang. kuda tidak malu menghamili ibunya sendiri di keramaian . karena memang sudah tidak ada lagi paradigma bahwa ngentod harus di kesunyian. lalu hal ini terus dilegitimasi dengan kalangan yang berpendapat bahwa, toh jika batas nilai digeser menjauh dari satu nilai sebelumnya, taida akibat yang signifikan kelihatannya. bukan tidak terlihat dampak, akan tetapi kemampuan untuk mengukur lah yang bergeser.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

5 langkah untuk melesatarikan linkungan

Ada 5 langkah agar llinkungan kita bisa menjadi lebih baik. Melakkukan kebaikan sekecil apapun itu akan sangat berguna dari pada tidak sama ...