Minggu, 02 Januari 2022

5 langkah untuk melesatarikan linkungan

Ada 5 langkah agar llinkungan kita bisa menjadi lebih baik. Melakkukan kebaikan sekecil apapun itu akan sangat berguna dari pada tidak sama sekali. Dan berdasarkan prinsip pareto usaha yang dilakukan berjumlah 20 % akan dapat meghasilkan hasil sejumlah 80 %. Jika dikaitakan dengan tujuan untuk menjaga lingkungan maka pasti ada langkah kecil yang akan bisa mengahsilkan pergerakan yang jauh.

1.      Bersahabat dengan air. Air adalah symbol kemurnian. Setiap makhluq hidup mau tidak mau harus mengadung air dalam tubuhnya untuk terus hidup. Di zaman sekarang air jernih makin sulit didapatkan secara alami dibandingkan beberapa waktu yang lalu. Perlaku manusia dalam mengkonsumsi produk-produk yang tidak alami memerparah sulitnya lingkungan yang alami. Air bersih, tumbuhan-tumbuhan teduh menjadi jarang. hewan yang pro dan berbakat untuk menjadi pengatur ekosistem alami semakin jarang dijumpai. Misalanya berang-berang yang padai membuat dam.

Kita sebagai manusia haruslah memikirkan itu dengan serius. Air yang bersih adalah lambang linkungan yang baik. Renovasi irigasi sama pentingnya dengan renovasi atau perbaikan jalan raya. Jalan raya adalah jalan kehidupan utama manusia. Dan irigasi adalah jalan raya bagi makhluq lain. Hewan-hewan dan tanaman-tanaman telah ribuan tahun turut menjaga suhu bumi menjadi sejuk dan stabil. Dan jika dicari akar dari perkembangan hewan dan tumbuhan adalah keberadaan air.

Di awal masa hijrah nabi Muhammad langsung menata irigasi di kota madinah. Agama lain juga banyak mewahyukan bahwa kehidupan adalah air. Sudah cukup bukti dari agama atau sains bahwa air adalah unsur yang sangat penting. Tinggal manusialah yang akan berperan mendukung siklus air yang baik, atau manusialah yang akan menyumbat perputaran air di bumi ini.

2.      Menjaga humus tanah. Di zaman sekarang pembangunan sangatlah maju. Dan itu cukup menguras unsur hara dalam tanah yang sedang dibangun. Jika bumi ini diibaratakan piring, pertanyaannya adalah tinggal seberapa jumlah humus yang tersedia dalam tanah? Tidak perlu muluk-muluk mengukur luas humus selauruh dunia. Kita semua pasti punya rumah dan halaman. Keadaan rumah Tetangga juga tidak jauh berbeda dengan rumah kita. Dari masing-masing lauas tanah dan halaman, kita bisa melihat seberapa sejuk tanah yang kita diami. Pasti ada humus walaupun tersisa sedikit. Kita juga bisa melihat sebarapa besar ukuran cacing tanah dari galian kecil di belakang rumah. Setelah kita melihat langsung apa yang terjadi dengan tanah kita tercinta, kita bisa membuat ukuran seberapa besar sisa humus yang masih tersisa.

Kita tidak boleh lupa bahwa asal dari tempat tinggal kita dulunya adalah lingkungan alami. Apalagi di Indonesia, kemungkinan besar tanah yang didiami orang-orang berasal dari hutan belantara. Karena di masa dahulu curah hujan idnoesia tergolong tinggi. Akibat permbangunan ini kita tinggal ukur berapa tanah humus yang hilang dari genarasi-ke genarasi. Dengan cara yang sederhana seperti diatas itu sudah cukup untuk memberi arti apakah kita sudah tergolong orang yang meikirkan lingkungan atau tidak

3.      Menghidari sumber sampah. Orang-orang sudah ramai mengkampanyekan minamalis sampah, pengolahan sampah, dan sebagainya. Namun setiap sisa barang yang bermasalah bukan barangnya melainakan siapa yang menyebabkan barang itu ada. Samapah plasik lahir dari mental manusia yang ingin belanjaannya gampang dibawa dan tahan air. Jadi bukan plastic yang menyababkan kerusakan alam. Dari kesadaran ini, kita bisa mencari alternative baru. Penggunaan plastic sekali pakai harus dihentikan. Dan tantangannya adalah rasa malu ketika harus membawa tas besar dari rumah. Padalah di zaman dahulu nenek moyang membawa tas dari jerami. Hal itu menjadi biasa jika jamak dilakukan orang-orang.

Kita banyak berharap pada ahli kimia. Entah mahasiswa, atau ilmuan amatir yang bisa mengobati banjir plastic. Ide dan risetnya sudah ada, tinggal waktu mereka yang harus kita juga beli. Bagi kita yang tidak punya ketermapilan dalam mengatasi sesampahan, kita bisa menyumbang orang yang bisa melakukan itu. Ide mereka brilian. Hanya saja modal yang minim mengharuskan mereka menyudahi riset.

4.      Paguyuban anak kecil. Manusia sudah sangat nyaman dengan kabiasaan sehari. plastic, bangunan, dan karya manusia yang sangat maju sudah sangat memanjakan hidup manusia. Maka manusia akan sulit untuk dirubah perilakunya. Hal ini juga terjdai karna memori manusia pendek. Banyak isu atau khazanah bisa hilang dan ditinggalkan lagi setelah dua minggu. Dari kekacauan mental semacam ini, maka paguyubab rutin bisa menjadi pemecahan masalah yang sederhana tapi bagus dan bisa berumur panjang.

Dalam paguyuban peduli lingkungan, kita bisa membuat kurikulum sendiri, bisa membuat alat preaga sendiri. Yang penting orang-orang dalam peguyuban itu serius dan betul-betul menyadari saat melakukan aksi. Dalam paguyuban itu bisa dibuat kajuan kekcil tentang isu lingkunga, atau bahakan bisa mengakaji hal-hal yang agak sulit dari masalah lingkungan. Yang penting dalam paguyuban ini bisa terjadi putaran informasi. Dengan adalanya perputaran ide, maka nilai kemanusia dan alam akan terus bisa diperbaiki. Dan juga pemahaman manusia akan tersinkgronisasi dengan kondisi alam sekitar.

5.      Minimalism. Minimalis sangat jauh dari keserahakan. Pemakaian benda secara majemuk juga menjadi jawaban dari isu lingkungan. Kita bisa membuat scenario untuk menjamakkan konsep minimalism. Contohnya di lingkungan kita hidup ada 7 kepala rumah tangga. Dari sini kita bisa berencana bersama bahwa fasilitas dari masing-masing kepala keluarga harus berbeda satu sama lain. dua kepala keluarga punya mobil pickup namun 5 yang lain tidak usah beli pickup. Satu kepala kelauraga yang paling kaya membuat kolam renang atau lingkungan bioma di halam rumahnya agar 6 tetngga yang lain bisa bermain di sana.

Minimalisme juga diajarkan oleh agama-agama. Minimalisme juga sejalan dengan sains.  Dengan minimalisme, sebetulnya kita sudah menjadi lebih maksimal.

 

Demikian 5 langkah yang harus dibuadayakan oleh manusia untuk mengatasi masalah linkungan. sekian

Rabu, 12 Juni 2019

TAK IKLAS

ketika manusa membuat sesuatu, memproduksi barang, menulis, berkata, bertindak dalam kebaikan, pastinya menyenangkan sekali jika diketahui orang lain. dan inilah akar dari kebiasaan manusia untuk malakukan pose diri. ya walaupun ada banyak tujuan orang lain ketika berpose . dan memang tidak mudah untuk menebak niat orang saat melakukannya. hanyadiri sendiri yang mengerti dengan pasti dan tentunya tuhanlah yang lebih mengerti. hal yang sama terjadi ketika anak kecil yang ingin dipuji orang tuanya setelah menyapu. mendapat pengakuan dan apresisasi. sangat manusiawi, dan memang itulah salah satu bekal perasaan alamiah dalam diri manusia.
 
setealah beranjak dewasa, manusia memperkaya diri dengan  keanekaragaman pola aktualisasi diri. sandar aktualisasi yang dilakukan juga kian meningkat dan bervariasi. dan saat gila-gilanya bahkan binatang  menjadi objek dari ekspresi aktualisasi.  manusia ingin dirinya terus aktual.

terlepas baik buruk megenai aplikasi aktualisasi diri dalam kehidupan sehari-hari, para petapa melarang sikap ini dalam kadar tertentu. salah satu petapa yang melarangnya adalah nabi Muhammad. beliau menamakan riya'. aktualisasi diri yang berlebihan, melupakan niat untuk bersyukur. sikap ini dekat sekali dengan potensi egois masnusia. jika keterlaluan menkankan diri pada saya, saya, saya, dan saya, maka hak orang lain tentunya akan terganggu.

sebetulnya masing-masing orang sudah bisa mengira-ngira sampai mana ia harus berpose. tinggal balik persepsi saja. bayangkan yang melakunnya adalah orang lain, sedang kita sebagai pengamat. dalam hal ini kecakapan dan pengalan berkecipung dalam dalam dunia sosial sangat menentukan presisi dari cara mengukur. memang fitrah manusia sudah punya standard yang relativ baku. hanya saja kadar itu terdistorsi pengalamn dan sudah ditarik ke sana dan kemari tolak ukunya oleh peradaban. buku pendidikan, iklan dan film-film berperan penting dalam menetapkan standard paradigma sejauh mana batas aktualisasi diri. dahulu wanita berpakaian ketat malu jika diekspos. sekarang, tak perlu lagi dibicarakan. telanjang bahkan sudah tidak menjadi perkara apa-apa lagi dalam dunia pose. alih-alih dengan dalih cinta seni, atau yang lebih dikenal dengan konsep artistik. bukan untuk mengkritik secara membabi buta tindakan itu. namun jika tidak secepatnya didiskusikan, standard yang sebelumnya relatif lebih sopan akan bergeserjauh dari batasan manusiawi. pergeseran nilai tak ubahnya mengarah pada perilaku binatang. kuda tidak malu menghamili ibunya sendiri di keramaian . karena memang sudah tidak ada lagi paradigma bahwa ngentod harus di kesunyian. lalu hal ini terus dilegitimasi dengan kalangan yang berpendapat bahwa, toh jika batas nilai digeser menjauh dari satu nilai sebelumnya, taida akibat yang signifikan kelihatannya. bukan tidak terlihat dampak, akan tetapi kemampuan untuk mengukur lah yang bergeser.

Selasa, 11 Juni 2019

SALAH TEKNIK MENDAKWA


         terkadang ada satu waktu dimana manusia menjadi begitu dungu. sudah mengerti dengan sebuah nilai positif, teteapi masih saja berlarut-larut dalam nilai yang cenderung negatif. salah satu contohnya adalah, sudah tahu bahwa cemberut menyebebakan kulit tidak sehat dan terlihat tua lebih cepat akan tetapi masih saja melakukan itu. memang terpaksa rasanya dan tidak semudah menolehkan kepala untuk merubah emosi. tapi seperti halnya berfikir, merasa juga bisa dirubah sesaui tingkat ketangkasan mengaplikasiakan hasil latihan meditasi misalkan. yang perlu dicatat adalah garis batasan sampai mana manusia bisa bertahan dari gembira menjadi sedih, atau tenang menjadi gelisah.
terjebak dalam emosi dan fikiran yang negatif akan berakaibat banyak kerugian. pikiran jernih terganggu oleh emosi yang tidak stabil atau seblaiknya emosi yang positif terganggu oleh pemikiran yang kacau. latihan mengasah kesadaran sangatlah penting. sangat baik jika kesadaran mansuaia selalu berorientasi pada kebaikan, produkstifitas, tanggung jawab dan sifat tpositif yang lain. sifat lupa menjadi musuh terberat perjalanan. sudah belajar kemaren malah lupa saat dihadapkan pada masalah. memang semua hal mengajarkan sebab akibat. dengan kata lain, keadaan lupa disebabkan karena sulitnya ingatan untuk terpanggil dalam sel otak. kejadian ini bersinggungan dengan emosi yang mennurut para ahli berkaitan erat dengan fisiologi, neurologi dan segala aspek kecerdasan manusaia.jadi anatara perilku kimia tubuh yang melambangkan rasa sangat berkaitan dengan aktifitas baca tulis neuron dalam otak manusia.
dalam konteks yang lebih nyata, manusia dapat merasakan bahwa perasaaan negatif bisa membunuh kreatifitas secara langsung. para pemuka agama yang salah menyampaikan keabikan akan menimbulkan destrusksi harmoni di kalangan masyarakat. perkataan ibu dengan metode yang salah bisa mengacaukan hasrat positif dari anak. atau bahkan sebaliknya seorang ibu bisa terluka parah hatinya karna perkataan anak yang tidak difikirkan sebelum dilontarkan. sekali lagi bukti tersebut mengautakan hubungan antara perasaan, pemikiran, dan juga terelebih dalam aspek metode berkomunikasi. 
salah satu dari realitas yang perlu ditekakankan untuk diraih adalah kemahiran daam hal beretika. sangat penting untuk mgerti apa yang terjadi dalam benak manusia yang lain. bisa dikira-kira apa perkataan yang tepat untuk mereka. atau nada apa yang akan dipakai, serta berbagai aspek lain yang perlu ditaati. ibarat undang-undang, namun tak usah tertulis seluruhnya. jadi selain mencari informasi dan menjadikannya sebuah ilmu, manusia juga harus dan dituntut pandai untuk meneruskannya pada orang lain. manusia sama-sama tahu bahwa yang baik akan terus menjadi hal yang baik. yang perlu digali adalah variabel yang terhubung dengan kebaikan itu. semisal datang ke majid sangat baik. namun ada catatan tertentu, mesjid yang mana, mesjid yang seperti apa, mesjid secara etimologi atau terminologi yang perlu didatangi. dalam kisah nabi Muhammad, dibangunlah mesjid dDliror. manun mesjid itu diperintah untuk dirobohkan. riwayat menceritakan bahwa itu adalah mesjid tandingan dari masjid nabawi. cerita yang cukup menyentuh para idealis yang berpikiran kacau. 
seyogyanya menyakan perihal seseorang sebelum mendakwah sangat perlu. tidak apandang bulu apakah itu adalah menyangkut ajakan pada anggota keluarga atau teman dekat, teman jauh, terlbih lagi musuh. perlu berhati hati saat menulis, berkata, mendakwa, atau bertindak yang sekan tidak berhubungan sekalipun dengan kontes yang terjadi. semisal, disamping orang yang sedang banyak hutang, jauhkanlah kalkulator dan nota kontan di sekitar ruangan itu. demikian kehatihtian yang jika terus dikerjakan akan mengurangi resiko sakit hati secara signifikan. memang melelhakan terlau banyak berpikir detail. namun tidak bagi orang yang terlatih. sampai kapanpun yang harus akan menjadi harus kecuali variabel yang terikat berubah. semisal perihal menjada perasaan orang lain adalah keharusan setip manusia, namun tidak harus saat mendidik seseorang. terkadang kejadian negatif lebih efektif dan memberi pelajaran bagi seseorang. namun itu adalah pilihan terakhir, karean jika berlebih tindakan itu berdosa dan beresiko berantai. terkdang perlu menyakiti seorang anak agar dia tahu panasnya api. disinilah kepandaian mengukur nilai sakit itu seberapa itu diunjji. jika kadarnya tepat, pertumbuhan instan bisa diraih. jika berlebih pertumbuhan akan berakhir dengan kepatan. ranting yang patah akan tetap disebut sambungan hingga selamanya.    be smart!

Senin, 10 Juni 2019

WAJIB MEWARIS


            wajib dengan artian harus dan rugi jika tidak dilakoni. mewariskan harta, ilmu, pengalaman, atau apa saja yang bisa diwariskan. secara esensial dan inklusif, yang akan dan patut untuk diwariskan adalah nilai keseimbangan. nilai yang terangkum pada keinginan pencipta. atau lebih gampangnya alam selalu ingin mewariskan nama penciptanya ke generasai berikutnya. bunga akan mempertahankan pola dasar kelopaknya berbeda satu sama lain. atau bahkan binatang yang lebih menggambarkan kerumitan yang lebih rumit juga seakan hanya pewarisan itu yang ingin ditorehkan dalam eksistensinya. apalagi manusia, yang kesadaranya tingkat tinggi.
memang selalu ada bias jika berbicara mengenai tuhan. sebenarnya tidak hanya pada pembahasan tuhan. hampir setiap kata memiliki biasnya sendiri. namun pasti ada satu hal yang identik yang mengikat sebuah sesuatu tertentu. misalkan gelas, jika sudah terdapat bayangan digenggam, terisi air, menjadi alat untuk minum, maka bisa disebut gelas walaupun yang dipakai adalah wadah bekas syampo misalkan. demikian dengan nilai fundamen hidup. jika sudah ada rasa, usaha, dan karya, sudah bisa dipastikan sesuatu itu eksis dan berada. walaupun ada juga paradox dari eksistensial ini. poin inti dari pembahasan adalah, selalu ada satu entah itu nilai, entitas, pengatahuan, dan ilmu yang harus terus disalurkan pada generasi berikutnya. manusia membicarakan apa yang idpertanyakan, mencari jawaban, dan lalu menemukan sesuatu makna. makna ini harus mengalir lagi ke luar. tidak nyaman rasanya jika tidak diarahkan ke tempatnya. para guru tidak nyaman kalau menahan pengetahuannya di hadapan murid. para konspirator tidak nyaman jika rekannya tidak satu warna dan visi saat beraksi mencaplok sesuatu. setiap pengalaman yang diilmukan merindukan tempat lain sebagai curahan. tidak heran para penyanyi jalanan melampiaskan terik matahari dengan suara dawai yang menyentak-nyentak. seribu contoh bisa kita dapati di alam sekitar dalam dua menit.
jika diambil fokus terhadap manusia, maka fleksibilitas aspek pewarisan ini sangat rumit. binatang mewariskan ilmunya sederhana dan diengerti otomatis. entah lewat gen, atau suara, elusan, dan lainnya. namun tidak semudah itu dalam dunia manusia. potensi yang tak sama satu-sama lain. penulis, penyanyi, atau bahkan desahan kenyamanan bersetubuh adalah usaha untuk mewariskan sesuatu pada tempatnya. pada saat yang sama pewarisan ini tercatat oleh semesta. para filsuf dan pemikir langit mempercayai balasan akan datang suatu hari terhadap apa yang diwariskan. para teolog menyebut suraga dan neraka, nirwana atau apa lain semcamnya.
pada tahap kesadaran ini, masihkan manusia akan sembarangan mewariskan sesuatu? tanpa ada neraka sekalipun, apakah manusia tidak berfikir jika dia menjadi ahli waris yang salah sasaran dia akan bahagia? kesadaran manusia tidak boleh salah input dari pewaris sebelumnya. walaupun memang tolak ukur benar salah dan baik buruk sangatlah relatif. tapi kemabali pada diri masing-masing, bahwa cara manusia berpikir dan bahkan merekonstruski apa yang terwariskan padanya menjadi poin penting terhadap apa yang akan direaksikan. dan beruntunglah alam memakai metode ini, metode "hajar kau kan tahu resikonya!"  dengan nama tuhan, manusia akan menmui kebijakannya sendiri, lalu ia akan wariskan sebaik mungkin mutiara itu.

Minggu, 09 Juni 2019

TAK MENGURUT MELANGKAH


         pagi-pagi orang bijak menelik yang terjadi pada badannya. mereka keluar ke halaman rumah dan menatap langit. menyebut dan mengingat yang Maha berkenan dalam karunianya. gemintang yang kian meredup kalah pada matahari. melihat puncak gunung di kejauhan, atau malah berdiri bagi yang rumahnya di ketinggian. tak bisa didefiniskan antara indah, permai, harmoni, mengalir begitu saja. kondisi natural alam yang belum dirusak memberi pesan atau ayat-ayat tak tertulis mengerakkan lidah dari hati. hingga matahari terbit, beberapa burung mulai beterbangan. para pengajar mengatakan bahwa burung-burung itu mencari makannya. sangat yakin walau tak tahu kemana paruhnya akan dibenturkan. dedaunan yang melambai pelan di dahan yang masih terlihat tenang dalam lamunan sisa tadi malam. memang angin belum secepat manusia berlari, tetapi pesannya sedemikian membawa sepercik nuansa nirwana.
 pagi yang penuh syukur, nan hanya bisa dilakoni bagi yang mensyukuri.
anak kecil yang hidupnya informal sangat intens menjalani kehidupan semcam itu. berbeda dengan yang aktif jam tujuh sebgai starting action of today. pagi-pagi buta dijalani dengan terburu-buru. bukan berarti hal itu buruk, hanya saja kurang nikmat. ya mau bagaimana lagi? dunia telah menuntut yang seperti demikian. tak tahu dunia versi yang mana yang mengatur semua ini. bukan kritik atau saran untuk hengekang dari dunia yang semcam itu. ini hanya seruan hati kecil anak polos yang lemah dan mungkin kurang wawasan.  seruan anak kecil yang mungkin kurang tepat pertanyaannya. lebih memilih bertanya mengapa peradaban ini tidak membahagiakan? dari pada bertanya mengapa saya tidak ikut arus saja? dua pertanyaan yang bertolak belakang satu sama lain.
orang orang yang katanya berfilsafat banyak berpendapat bahwa, yang dicari manusia hanyalah kebahagiaan. caranya terkadang harus melalui tekanan. tekanan menimbulkan perasaan sengasara. tekanan sifatnya terpaksa. terpaksa terjun, berkecipung tercebur dalam lumuran masalah. lantas kebodohan berperan penting dalam fenomena ini. bodoh untuk bertanya balik. bodoh untuk tidak acuh pada jeritan hati. atau bodoh untuk terus berkubang dosa. bodoh yang bukan dalam artian cari-maki, tapi labih pada refleksi kesadaran.
sebagian manusia mengikuti falsafah kebahagiaan itu. lahirlah pertanyaan, mengapa saya harus ikut-ikutan begitu? sedang hati saya tidak bahagia!  mereka cenderung abai pada tekanan dunia formal jam tujuh start! mereka memilih bertenang ria dalam  syukur dan munajat pagi. membeuat sitem sismbisa mutualisme sendiri dengan siapapun. teramasuk binatang. mereka muratad dari kapitalisme atau soasialisme total. mereka berdiri kokoh seimbang diantara keduanya. mereka sama sekali tidak bisa disebut budak. mereka adalah manusia yang berhasil meraih impiannya. berdaulat atas dirinya sendiri. tak akan pernah dirugikan orang lain dan membuat orang lain merugi. ateis mengatakan hanya alam peraturan dan hakikat harmoni. dan teolog menyebutnya tuhan.

RINDU YANG MAHA


tidak ada yang menjamin manusia akan berlabuh kemana. surga an neraka menjadi misteri sepanjang manusia menyadari kehiduapnnya. keduanya hanya bisa menjadi bias yang terus-terusan membayangi hati dan segenap akal dalam jiwa. neraka dibayangkan kobaran apai dan bebauan yang amat sangat menyengat. dan surga dibayangkan sebgai wawangian serta keindahan diatas segala kemewahan. keduanya tak akan pernah seperti yang terlihat di dunia. demikian kehidupan ini di buat dengan grand design-Nya  yang agung. hampir tak bisa dibedakan anatara pengaharaapn dan kekhawatiran. misteri yang memotivasi,menuntun, dan membimbing manusia mengarungi garis merahnya.
saat kecil fenomena kebahagiaan dan kesedihan akrab dan sangat gampang di definisikan. ketika ada rasa yang tak diinginkan, maka disebut kesedihan. sebaliknya kebahagiaan adalah selalu didambakan. kearifan indifidu sangat mempengaruhi bias dan makna dari kedua hal itu. tolak ukurnya terus bergerak dinamis mengikuti fluktuasi waktu. waktu diasumsikan fluktuatif dengan anggapan seperti roda. habis gelap, terang, gelap lagi, terang, lapar,kenyang, lapar, kenyang, hidup, mati,hidup, mati, entah seribu orang mengalami dan memaknai dengan cara yagn beragam. 
semuanya berlajur di lintang waktu yang terbatas. terbatas sendiri sifatnya relatif, artinya selalu dibandingkan sebelumnya. teologi mengajarkan awal dan akhir sama berasal dan berakhir kembali pada tuhan. dalam perjalannanya ada titik koma yang jelas. ketiadaaan, penciptaan, kematian, pertanggung jawaban, pemabalasan dan kemabali pada pencipta menjadi asumsui umum. dinaamika waktu yang terus menggeser perilaku benda atau konsep dari paradigma manusia beserta makhluq yang lain. kesadaran masing-masing yang hidup sangat menetukan esensi dan definisi dari waktu. ada yang mengangapnya sebgai jam lalu menyusun hari dan tahun. ada yang mengatakan   waktu adalah satu jam yang amat panjang secara relatif yang dipacah berdasarakan tolak ukur terentu. tentunya berbeda diantara keduanya dalam hal pengaruh cara berpikir. yang menyadari waktu sebagai paket-paket akan manjadwalkan berbagai urusan melampau kesadarin tujuan hakiki. semisal manusia yang tak sembahnyang gara-gara tuntutan manusia yang lain. bagi yang memilih menganggap waktu sebgai satu jam yang panjang tentu labih berhati-hati dalam membidik proiritas utama. manusa tipe kedua akan terus berorientasi dari dan kemada dia berasal dan kembali.
diantara manusia-manusia itu ada sebgaian golongan yang dilebihkan kesadarannya atas yang lain. dalam teologi terkenal sebgai Nabi, dalam filsafat dikenal sebgai filsuf. begitu juga aspek yang lain menyebut mereka dengan hal yang berbeda-beda. orang semacam ini memliki kelibihan mengindera dan berfikir melebihi kebanyakan orang. visi-misi merak cenderung melewati garis bepikir umum. memang separuh bagian yang merak rasa dan fikirkan bersalah dari satu keberadaan yang berada nan agung. teologi menyebutnya sebgai wahyu. wahyu yang hanya bisa diterima oleh orang yang jujur, bertangung jawab, kecerdasannya luar biasa, dan mempu menyampaikan dengan baik. keempat ciri itu harus ada. merak harus sigap, siapmelawan kebodohan dimanpun mereka berjuang menyeberkan harmoni dan kabajikan. tanpa sifat itu, tak akan lama perjuangan itu akan bertahan. ibarat teknologi, yang lawas tak bisa memmbaca ekstensi file yang rumit. demikian paa penerus mereka akan terus berjuang demi kebenaran itu. karna hakikatnya sejahat manusia pasti merindukan yang benar, bijak, baik atau apalah sebutannya.
fenomena hidup ini kaya variabel dan ajaib. sabar dan syukur harus manusia temani, lantaran keduanya lah yang terkadang lalu lalang dan datang pergi. saat keduanya tiba, manusia harus mengikatnya kuat-kuat. sabar dengan melakukan yang terbaik walau sakit. syukur dengan bertindak tepat saat nyaman. ataua entahlah definisi keduanya, orang -orang mendefinisikannya sendiri-sendiri dengan unik. 
manusia yang ingin kembali pada ketengann hakiki. kembali dengna hati yang selamat dari kerisauan dan kesedihan. hati menjadi portal rasa itu. hatilah tempatnya iman. mendambakan hari kemalai yang tenang. ya ayytuhannafsul muthmainnah,irjii ila robbiki rodiyatan mardiyyah. fadkhuli fi ibaadi, wadkhuli jannati.

Rabu, 05 Juni 2019

TULIS! ATAU PUPUS

setiap hari hidup ini dituntut produktif dengan cara apapun. produktifitas baik atau buruk akan menemui konsekkuensinya sendiri. masalah pilihan ada pada diri masing-masing. cara untuk berproduksi juga terserah pilihan masing-masing orang, disesuaikan dengan kemampuan atau hobinya. yang bisa menulis ya lebih baik menulis sebaik-baiknya. yang nyanyi dimaksimalkan waktunya untuk berlatih nariik suara sekuat mungkin. dalam hal ini, pernah dalam satu acara mas NOE manyatakan "jika tidak tahu mau nulis apa. maka ambil kertas lalu tulis di dalamnya saya tidak tahu mau menulis apa". dari kacamata paradigma umum,sekilas memang konyol menulis hal semacam itu diatas secarik kertas. tapi dari falsafah tertentu, tulisan itu melambangkan keseriusan seorang yang anggaplah tergolong bodoh, namun gairah kontribusinya tak boleh diremehkan. ada pesan implisit dalam secarik kertas itu yang seolah mangatakan bahwa , walaupun bodoh saya juga ingin berkontribusi untuk sesama, dan saya eman pada yang bisa menulis jika mereka tidak menulis. ya walalupun ini cuma bias penulis redaksi ini.
demikian dengan tata suara, tata grafis, atau tata audio visual. prinsispnya sama, yaitu karya yang menusuk di hati dimulai dari gejolak jiwa. kalau dibuat pertanyaan akan berasal dari "mengapa saya harus memproduksi sesuatu?". Steve Jobs membuat  Aple, Bill Gates membuat Windows, dan Linus Torvald membuat Linux. mereka sama-sama pencipta  sistem operasi. namun WHY yang mereka pertanyakan sama-sekali berbeda satu-sama lain. prinsipnya adalah yang laku di dunia adalah  produksi yang laku selalu disandarkan pada kebutuhan orang. sedang yang dinginkan hanya mengekor. steve jobs bertanya mengapa komputer terlihat seram? mengapa tidak disamakan saja dengan harmoni alam? dalam kurun waktu tertentu para seniman antre mendapatkan produknya. Bill Gates bertanya, mengapa komputer tidak bisa murah? mengapa  taidak dijajahkan ke rumah masing-masing orang seluruh dunia? seketika perkantoran dan perumahan diwanai dengan logo jendela di layarnya. Linus Torvald memilih bertanya mengapa sotware selalu dipasarkan? mengapa orang-orang tidak dibuatkan kode untuk komputer mereka sendiri? lalu dunia mulai berlatih mamainkan jarinya untuk berdistroria dengan linux kernel.
pertanyaan WHY sangat menekan jiwa untuk memproduksi kontribusi. pada saat yang juga menyeleksi kontribusi semacam apa yang perlu dilalui. lalu apa yang akan dibuat?
memproduksi tak selalu yang berat-berat. yang terpenting adalah tidak putus waktu untuk selalu berbuat. tidak juga harus membuat hal yang relatif baru. mencatat aktivitas memulung sampah di blog juga kontribusi yang luhur. dengan catatan itu bisa diperoleh kontribusi turunan. para akademisi bisa menjadikannya riset berharga. para pekerja kantoran menjadikannya bacaan inspiratif saat lelah berkerja. atau bahkan menjadi penggerak para pemulung lain untuk memulai tulisan semcam itu. bahkan bisa saja lahir tulisan yang dipatenkan untuk seorang pemulung lantaran menulis teknologi barunya dalam memproses sampah miliknya.
tulisan ini secara umum berisi semngat untuk memproduksi sesuatu, terlebih dalam hal tulis menulis.  tulisan sangat fleksibel untuk diwariskan. bahkan di saat genting pasca bencana. menulis di batu tak butuh pulsa atau cat harga mahal.
orang yang menulis sudah pasti membaca. orang yang melukis sudah pasti melihat. juga bernyanyi juga pasti telah mendengar. saat memproduksi tulisan atau apapun akan ditemui variabel baru yang merangsang untuk mencari tahu atau eksplorasi. pastinya penulis akan terus memperakya bacaannya. yang keluar di satu imulut akan dimaksimalakan dari proses mendengar dua telinga. alam mentakdirkan demikian. poi, poin, poin, menjadi poin baru yang lain. atau dalam statemen lain, alam menyukai aktivitas dari benda yang diam. dan berproduksi adalah ciri yang mendasar bagi makhluk hidup. yang menulis, bernnyanyi, atau berbuat sesuatu, itulah hidup. dan masalah kualitas hidup ditentutan dari kualitas produksinya. hidumu! menulislah.

Senin, 03 September 2018

NIATMU APA?

tidak boleh sembarangan menuduh tindakan sesorang. semisal anak yang terus-terusan melawan orang tua lantaran tidak sejalan dengan pemikiran keduanya. tidak ada klarifikasi apa maksud dan arah amsing-masing. yang ada hanya pertikaian dan rasa benci yang semakin hari kian parah. pengalaman anak tak sama lagi dengan pengalaman orang tua. ada sejuta alasan menyebabkan keinginan orang tua tidak bisa singkron dengan keinginan anak. tanpa berdiskusi dan tebar hikmah, sulit untuk mempertemukan kedua kepala. hal ini juga terjadi dalam pertemanan. pengalaman baru sedikit demi sedikit merubah suasana. dulu terbiasa bergurau. sekrang menjadi sedikit bicara. terlepas dari persepsi benar salah, masih ada ruang lingkup lain yang lebih mendalam. orang orang menyebutnya baik dan buruk. sampai disini bisa disimpulkan bahwa banyak hal yang masih harus dipelajari manusia

niat dalam hati sangat beraneka ragam. pada suatu kondisi ada beberapa niat dan pandangan yang benar-banar sama sekali tidak bisa diceritakan pada orang lain. sebuah niat tidak bisa saja tidak dimengerti sama sekali lantaran berbeda pengalaman. kita mengenal kisah musa dan khidzir. niatnya sama sekali bertabrakan satu sama lain. keagungan tuhan menadikan semuanya mungkin.


5 langkah untuk melesatarikan linkungan

Ada 5 langkah agar llinkungan kita bisa menjadi lebih baik. Melakkukan kebaikan sekecil apapun itu akan sangat berguna dari pada tidak sama ...