tidak boleh sembarangan menuduh tindakan sesorang. semisal anak yang terus-terusan melawan orang tua lantaran tidak sejalan dengan pemikiran keduanya. tidak ada klarifikasi apa maksud dan arah amsing-masing. yang ada hanya pertikaian dan rasa benci yang semakin hari kian parah. pengalaman anak tak sama lagi dengan pengalaman orang tua. ada sejuta alasan menyebabkan keinginan orang tua tidak bisa singkron dengan keinginan anak. tanpa berdiskusi dan tebar hikmah, sulit untuk mempertemukan kedua kepala. hal ini juga terjadi dalam pertemanan. pengalaman baru sedikit demi sedikit merubah suasana. dulu terbiasa bergurau. sekrang menjadi sedikit bicara. terlepas dari persepsi benar salah, masih ada ruang lingkup lain yang lebih mendalam. orang orang menyebutnya baik dan buruk. sampai disini bisa disimpulkan bahwa banyak hal yang masih harus dipelajari manusia
niat dalam hati sangat beraneka ragam. pada suatu kondisi ada beberapa niat dan pandangan yang benar-banar sama sekali tidak bisa diceritakan pada orang lain. sebuah niat tidak bisa saja tidak dimengerti sama sekali lantaran berbeda pengalaman. kita mengenal kisah musa dan khidzir. niatnya sama sekali bertabrakan satu sama lain. keagungan tuhan menadikan semuanya mungkin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar