Rabu, 05 Juni 2019

TULIS! ATAU PUPUS

setiap hari hidup ini dituntut produktif dengan cara apapun. produktifitas baik atau buruk akan menemui konsekkuensinya sendiri. masalah pilihan ada pada diri masing-masing. cara untuk berproduksi juga terserah pilihan masing-masing orang, disesuaikan dengan kemampuan atau hobinya. yang bisa menulis ya lebih baik menulis sebaik-baiknya. yang nyanyi dimaksimalkan waktunya untuk berlatih nariik suara sekuat mungkin. dalam hal ini, pernah dalam satu acara mas NOE manyatakan "jika tidak tahu mau nulis apa. maka ambil kertas lalu tulis di dalamnya saya tidak tahu mau menulis apa". dari kacamata paradigma umum,sekilas memang konyol menulis hal semacam itu diatas secarik kertas. tapi dari falsafah tertentu, tulisan itu melambangkan keseriusan seorang yang anggaplah tergolong bodoh, namun gairah kontribusinya tak boleh diremehkan. ada pesan implisit dalam secarik kertas itu yang seolah mangatakan bahwa , walaupun bodoh saya juga ingin berkontribusi untuk sesama, dan saya eman pada yang bisa menulis jika mereka tidak menulis. ya walalupun ini cuma bias penulis redaksi ini.
demikian dengan tata suara, tata grafis, atau tata audio visual. prinsispnya sama, yaitu karya yang menusuk di hati dimulai dari gejolak jiwa. kalau dibuat pertanyaan akan berasal dari "mengapa saya harus memproduksi sesuatu?". Steve Jobs membuat  Aple, Bill Gates membuat Windows, dan Linus Torvald membuat Linux. mereka sama-sama pencipta  sistem operasi. namun WHY yang mereka pertanyakan sama-sekali berbeda satu-sama lain. prinsipnya adalah yang laku di dunia adalah  produksi yang laku selalu disandarkan pada kebutuhan orang. sedang yang dinginkan hanya mengekor. steve jobs bertanya mengapa komputer terlihat seram? mengapa tidak disamakan saja dengan harmoni alam? dalam kurun waktu tertentu para seniman antre mendapatkan produknya. Bill Gates bertanya, mengapa komputer tidak bisa murah? mengapa  taidak dijajahkan ke rumah masing-masing orang seluruh dunia? seketika perkantoran dan perumahan diwanai dengan logo jendela di layarnya. Linus Torvald memilih bertanya mengapa sotware selalu dipasarkan? mengapa orang-orang tidak dibuatkan kode untuk komputer mereka sendiri? lalu dunia mulai berlatih mamainkan jarinya untuk berdistroria dengan linux kernel.
pertanyaan WHY sangat menekan jiwa untuk memproduksi kontribusi. pada saat yang juga menyeleksi kontribusi semacam apa yang perlu dilalui. lalu apa yang akan dibuat?
memproduksi tak selalu yang berat-berat. yang terpenting adalah tidak putus waktu untuk selalu berbuat. tidak juga harus membuat hal yang relatif baru. mencatat aktivitas memulung sampah di blog juga kontribusi yang luhur. dengan catatan itu bisa diperoleh kontribusi turunan. para akademisi bisa menjadikannya riset berharga. para pekerja kantoran menjadikannya bacaan inspiratif saat lelah berkerja. atau bahkan menjadi penggerak para pemulung lain untuk memulai tulisan semcam itu. bahkan bisa saja lahir tulisan yang dipatenkan untuk seorang pemulung lantaran menulis teknologi barunya dalam memproses sampah miliknya.
tulisan ini secara umum berisi semngat untuk memproduksi sesuatu, terlebih dalam hal tulis menulis.  tulisan sangat fleksibel untuk diwariskan. bahkan di saat genting pasca bencana. menulis di batu tak butuh pulsa atau cat harga mahal.
orang yang menulis sudah pasti membaca. orang yang melukis sudah pasti melihat. juga bernyanyi juga pasti telah mendengar. saat memproduksi tulisan atau apapun akan ditemui variabel baru yang merangsang untuk mencari tahu atau eksplorasi. pastinya penulis akan terus memperakya bacaannya. yang keluar di satu imulut akan dimaksimalakan dari proses mendengar dua telinga. alam mentakdirkan demikian. poi, poin, poin, menjadi poin baru yang lain. atau dalam statemen lain, alam menyukai aktivitas dari benda yang diam. dan berproduksi adalah ciri yang mendasar bagi makhluk hidup. yang menulis, bernnyanyi, atau berbuat sesuatu, itulah hidup. dan masalah kualitas hidup ditentutan dari kualitas produksinya. hidumu! menulislah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

5 langkah untuk melesatarikan linkungan

Ada 5 langkah agar llinkungan kita bisa menjadi lebih baik. Melakkukan kebaikan sekecil apapun itu akan sangat berguna dari pada tidak sama ...