terkadang ada satu waktu dimana manusia menjadi begitu dungu. sudah mengerti dengan sebuah nilai positif, teteapi masih saja berlarut-larut dalam nilai yang cenderung negatif. salah satu contohnya adalah, sudah tahu bahwa cemberut menyebebakan kulit tidak sehat dan terlihat tua lebih cepat akan tetapi masih saja melakukan itu. memang terpaksa rasanya dan tidak semudah menolehkan kepala untuk merubah emosi. tapi seperti halnya berfikir, merasa juga bisa dirubah sesaui tingkat ketangkasan mengaplikasiakan hasil latihan meditasi misalkan. yang perlu dicatat adalah garis batasan sampai mana manusia bisa bertahan dari gembira menjadi sedih, atau tenang menjadi gelisah.
terjebak dalam emosi dan fikiran yang negatif akan berakaibat banyak kerugian. pikiran jernih terganggu oleh emosi yang tidak stabil atau seblaiknya emosi yang positif terganggu oleh pemikiran yang kacau. latihan mengasah kesadaran sangatlah penting. sangat baik jika kesadaran mansuaia selalu berorientasi pada kebaikan, produkstifitas, tanggung jawab dan sifat tpositif yang lain. sifat lupa menjadi musuh terberat perjalanan. sudah belajar kemaren malah lupa saat dihadapkan pada masalah. memang semua hal mengajarkan sebab akibat. dengan kata lain, keadaan lupa disebabkan karena sulitnya ingatan untuk terpanggil dalam sel otak. kejadian ini bersinggungan dengan emosi yang mennurut para ahli berkaitan erat dengan fisiologi, neurologi dan segala aspek kecerdasan manusaia.jadi anatara perilku kimia tubuh yang melambangkan rasa sangat berkaitan dengan aktifitas baca tulis neuron dalam otak manusia.
dalam konteks yang lebih nyata, manusia dapat merasakan bahwa perasaaan negatif bisa membunuh kreatifitas secara langsung. para pemuka agama yang salah menyampaikan keabikan akan menimbulkan destrusksi harmoni di kalangan masyarakat. perkataan ibu dengan metode yang salah bisa mengacaukan hasrat positif dari anak. atau bahkan sebaliknya seorang ibu bisa terluka parah hatinya karna perkataan anak yang tidak difikirkan sebelum dilontarkan. sekali lagi bukti tersebut mengautakan hubungan antara perasaan, pemikiran, dan juga terelebih dalam aspek metode berkomunikasi.
salah satu dari realitas yang perlu ditekakankan untuk diraih adalah kemahiran daam hal beretika. sangat penting untuk mgerti apa yang terjadi dalam benak manusia yang lain. bisa dikira-kira apa perkataan yang tepat untuk mereka. atau nada apa yang akan dipakai, serta berbagai aspek lain yang perlu ditaati. ibarat undang-undang, namun tak usah tertulis seluruhnya. jadi selain mencari informasi dan menjadikannya sebuah ilmu, manusia juga harus dan dituntut pandai untuk meneruskannya pada orang lain. manusia sama-sama tahu bahwa yang baik akan terus menjadi hal yang baik. yang perlu digali adalah variabel yang terhubung dengan kebaikan itu. semisal datang ke majid sangat baik. namun ada catatan tertentu, mesjid yang mana, mesjid yang seperti apa, mesjid secara etimologi atau terminologi yang perlu didatangi. dalam kisah nabi Muhammad, dibangunlah mesjid dDliror. manun mesjid itu diperintah untuk dirobohkan. riwayat menceritakan bahwa itu adalah mesjid tandingan dari masjid nabawi. cerita yang cukup menyentuh para idealis yang berpikiran kacau.
seyogyanya menyakan perihal seseorang sebelum mendakwah sangat perlu. tidak apandang bulu apakah itu adalah menyangkut ajakan pada anggota keluarga atau teman dekat, teman jauh, terlbih lagi musuh. perlu berhati hati saat menulis, berkata, mendakwa, atau bertindak yang sekan tidak berhubungan sekalipun dengan kontes yang terjadi. semisal, disamping orang yang sedang banyak hutang, jauhkanlah kalkulator dan nota kontan di sekitar ruangan itu. demikian kehatihtian yang jika terus dikerjakan akan mengurangi resiko sakit hati secara signifikan. memang melelhakan terlau banyak berpikir detail. namun tidak bagi orang yang terlatih. sampai kapanpun yang harus akan menjadi harus kecuali variabel yang terikat berubah. semisal perihal menjada perasaan orang lain adalah keharusan setip manusia, namun tidak harus saat mendidik seseorang. terkadang kejadian negatif lebih efektif dan memberi pelajaran bagi seseorang. namun itu adalah pilihan terakhir, karean jika berlebih tindakan itu berdosa dan beresiko berantai. terkdang perlu menyakiti seorang anak agar dia tahu panasnya api. disinilah kepandaian mengukur nilai sakit itu seberapa itu diunjji. jika kadarnya tepat, pertumbuhan instan bisa diraih. jika berlebih pertumbuhan akan berakhir dengan kepatan. ranting yang patah akan tetap disebut sambungan hingga selamanya. be smart!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar